Dan jemari tangan ini mencoba mengajakku untuk bercerita lebih jauh tentang rasa itu. Rasa??? Iya,
rasa. Yang jelas ini bukan rasa – rasa yang adadi buah -buahan, makanan, minuman atau yang
lainnya. Tapi ini tentang rasa, rasa yang ketika mendapatkan imbuhan awalan dan akhiran pe –an akan
menjadi kata, “perasaan”. Ceilahh sejak kapan aku mengenal perasaan, sepertinya ini benar – benar
terasa paradoks sekali dengan diriku selama ini, jika memang aku berani menceritakan padamu kali
ini. Dan jemariku pun berhasil merayu hatiku untuk mengungkapkan sebuah kejujuran tentang rasa
dan mengaitkanya dengan yang tersimpan dalam memoriku tentangnya. Dan masih tentang rasa itu.
Kenapa masih saja rasa itu yang ingin kau ungkapkan sayang! ahhh antara hati, pikiran dan jemari ini
memang selalu bersilih jika aku mulai menulis rasa itu.
Dan tiba – tiba jemariku menerjemah,....
Ada sesuatu yang ingin aku katakan dengan sebenarnya. Ini tentang sebuah rasa yang begitu
lama hidup di relungku. Kau tahu kenapa aku selama ini hanya diam ketika dia tanyakan rasa yang
sebenarnya tentang itu?? Itu karrna aku memang menjaganya untuk sebuah waktu, waktu yang telah
Tuhan berikan ketika aku dan dia bisa bersua di dunia nyata. Dalam sebuah janji untuk menjadi teman
sejati. Tahukah kamu di tiap doaku tanpa kusadari ataupun tidak kusisipkan namanya untuk ku
titipkan pada Tuhan, agar Dia menyampaikan rasaku padamnya. Dan dalam sajadah cintaku pun
namanya tergores dengan indah sampai membuat air mata ini menetes kala butiran tasbih
memperkuat goresan namanya itu.Aku memang belum sepenuhnya mengetahui tentangnya, tapi
keyakinan ini kian hari semakin kuat untuk menjadi teman sejatinya. Memang tak pernah kutanyakan
padanya apakah dia juga merasakan hal yang sama sepertiku, tapi aku hanya yakin saja bahwa dia
melakukan hal yang sama sepertiku. Selama ini antara kita mungkin tiada kata yang lebih untuk ke
jalan menuju pertemanan sejati, karna aku tahu kita belum cukup pantas membicarakan itu ketika
pribadi kita masih sama - sama semu. Dan dalam masa menunggu waktu yang tepat itu, antara aku
dan dia akan selalu memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Siapa dia???
Ntahlah, aku pun tak tahu pasti siapa dia sebenarnya, yang jelas dia ada. Dia yang sudah tertulis untuk
menjadi teman sejatiku.Dia??teman sejati?? Maksudnya apa ini?
Ahh kau hanya jemari yang tugasnya hanya menulis untuk kali ini. Tak usah banyak tanya, akan
kulanjutkan ceritaku dan kau tetaplah pada tugasmu, menulis ceritaku.
Mungkin memang benar kata - kata yang pernah aku baca ini,
Jodoh itu katanya unik....
Seringkali yang dikejar-kejar malah menjauh.
Yang tak disengaja malah mendekat.
Yang seakan sudah pasti malah menjadi ragu.
Yang awalnya diragukan malah menjadi pasti.
Yang ternilai menjadi biasa.
Yang tak dinilai menjadi bernilai dan luar biasa.
Yang selalu diimpikan, tak berujung pernikahan.
Yang tak pernah terpikirkan, bersanding di pelaminan.
Maka, percayalah..
Jodoh itu bukan masalah seberapa lama kau mengenalnya.
Seberapa akrab kau dengan orang tuanya.
Atau seberapa sering kau komunikasi dengannya.
Tapi,
Seberapa yakin kau pada_Nya.
Seberapa besar kepasrahan kau dengan takdir_Nya.
Seberapa besar kau merayuNya.
Seberapa semangat kau menyempurnakan ikhtiar mendapatkannya.
Seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkannya, lalu digantikan dengan yang lebih baik menurut
versi_Nya.
Percayalah dengan ayat ini, "..Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Dan
boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak
mengetahui" (Q.S. Al-Baqoroh:216)
Hemmm,.... beginilah aku yang hanya bisa mengungkapakan rasa lewat tulisan yang kau ketik saat
ini jemariku sayang, berharap suatu hari nanti dia membaca tulisanmu ini. Mungkin inginku hanya
sebuah imajinasi semata tapi biarlah, aku hanya berusaha akan selalu membuat perjalanan skenario
dari_Nya menjadi indah. Cinta adalah satu kata yang memiliki banyak makna. Ahhh kenapa aku tibatiba
menulis kata ini dalam tulisan ini.Lupakan.
Sebentar, Dia, teman sejati, jodoh, pernikahan,... itu semua maksudnya apa??sok tahu kau, sejak
kapan kamu mengenal kata – kata itu, dan sejak kapan kamu bisa merangkai kata – kata itu menjadi
sebuah kumpulan mozaik yang anggun. Kamu ada apa sih? Jatuh cinta kah? Emang kamu punya
cinta?? Emang kamu sudah siap mengenal lebih jauh tentang arti memiliki dalam sebuah ikatan cinta?
Hayy... bangun guys. Ini paradoks sekali dengan pribadimu. Aku sudah sering menjadi alat tulis
ceritamu. Kenapa kali ini kau cerita aneh sekali. Tak ada cerita lain kah? apa sekarang kau memang
sudah ingin berubah dan siap membuka hatimu?........
Diaammm! Kenapa kau banyak tanya lagi,tugasmu hanya mengetik ceritaku jemariku sayang. Tak
usah banyak tanya lagi yahh, kalau kau mulai lelah nanti baru kau boleh bicara, bilang juga kalau
mau minta istirahat, ok. Aku lanjutkan sekarang.
Jemariku sayang meski kau amat menyebalkan dengan pertanyaan – pertanyaanmu itu, tapi tenang
akan kujawab pertanyaanmu satu persatu. Dengarkan yahh, langsung kau tulis dengan benar ketika
aku mulai mendektemu, ok sayang. Mulai.
Dia, seseorang yang ada di sana yang sedang menungguku. Dia yang selalu menjaga istana hatinya
hanya untukku, seperti aku yang menjaga kemurnian hatiku hanya untuknya. Sebenarya aku memang
belum mengenal dia terlalu dekat di dunia nyata saat ini tapi itu bukanlah suatu masalah yang besar
bagiku. Karna antara aku dan dia sudah diperkenalkan oleh_Nya lewat kekuatan rasa. Rasa cinta.
Ahhh akhirnya aku tergoda untuk menyuruhmu menulis kata ini lagi.
Teman sejati. Seorang teman yang dipilih untuk menjadi teman atau pendamping yang jelas. Dia
adalah seseorang yang pasti menjadi teman sejatiku dunia akhirat, Insya Allah. Teman sejati yang
selalu saling menjaga kerhomatan diri untuk kesetiaan abadi. Yang selalu saling memberikan kasing
sayang yang tulus tanpa mengharapkan apapun satu sama lain kecuali ridho_Nya. Teman sejati yang
selalu menjadi tempat berlabuh satu sama lain dalam keluh kesah, suka duka , dan saling berbagi
setiap hal. Meski dia tak sesempurna Sang Nabi kala menjadi pendamping Siti Khadijah tapi dia
adalah yang terbaik untukku menurut_Nya.
Jodoh, pernikahan. Cieee berani benar rasanya ketika aku mengucap dua kata ini. Untuk yang dua ini
aku skip dulu saja yahh, aku takut salah mendefinisikannya.
Terusss??ahh kenapa meski di skip guys? Kapan lagi coba, lagian ini adalah single pertamamu
menyuruhku menulis tentang rasa itu. Ayolah lanjutkan tak usah kau skip segala, ehhh maaf jangan
marahi aku lagi. Udah lanjutin saja bercerita. Energiku masih banyak untuk mengemban tugas
darimu, sayang. O ya kamu ingat dua qoutemu yang kemarin ini,
“Dalam kehidupan selalu ada titik hitam maupun putih. Dan hanya diri kita sendiri yang tahu jelas
dimana letak titik itu. Sejauh orang mencoba untuk mengetahui titik itu dalam kehidupanmu, dia
takkan menemukan wujud aslinya. sekalipun kau telah berusaha memberikan penjelasan yang
terperinci di mana titik itu berada”. Bisa kau jelaskan sekarang juga??
Dan sudahkah kau temukan jawaban tentang dia setelah yang kau mengatakan kepadaku kemarin
tentang pernyataanmu yang ini, “Dan ketika hatimu merasakan suatu rasa yang berbeda dengan
seseorang dan hendak kau sampaikan rasa itu tapi di sisi lain engkau takut jika kau nyatakan
perasaanmu yang sesungguhnya kepadanya lalu ia mengatakan tidak untuk rasa yang kau beri. Maka
jika ini yang terjadi jalan yang terbaik adalah dengan mengukir namanya dalam sajadah cintamu lalu
coba kau sampaikan rasa itu pada Tuhan agar Dia sang Pemilik kasih sayang menyampaikan padanya.
Dan dalam istikharah cintamu akan ada jawaban dari Tuhan apakah ia punya rasa yang sama padamu
atau tidak. Tunggu jawaban itu, dan jika dia memang benar punya rasa yang sama baru samapaikanlah
rasamu itu padanya ”.
Ahhhh! Sudah kubilang dari tadi tak usah banyak tanya, tulis saja. Please,.. jemariku sayang,
mengertilah, kali ini saja. Untuk rasa itu, tentang dia. Tapi sudahlah, cukup sampai di sini saja. Aku
mulai lelah. Terima kasih, jemariku sayang.
@Nhalim_Nh
Terima Kasih ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar